senahoynevets

Berpikir Kiri, Bertindak Kanan

Realitas Politik Semu Melalui Televisi

leave a comment »

 

SP & ARB

Bad news is a good news, good news is a bad news

Era reformasi ditandai dengan kehidupan dalam sistem demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan berekspresi baik dalam berpendapat, berserikat dan menyampaikan informasi. Kebebasan berekspresi ini pun ikut mempengaruhi dinamika politik Indonesia. Kutipan diatas adalah tepat untuk menggambarkan interaksi antara dinamika politik Indonesia dan media, khususnya televisi sebagai penghubung antara publik dan aktor politik yang realistis. Dengan kemudahan publik untuk mendapatkan informasi mengenai dinamika politik Indonesia melalui televisi, maka peran televisi juga menjadi aktor yang memiliki pengaruh penting.  Kepentingan berbicara pada real politics yang tidak akan pernah berubah meskipun mengambil bagian dalam suatu fenomena, dimana tendensinya selalu konfliktual.  Kepentingan politik tidak akan pernah berubah meskipun menjadi bagian dari fenomena televisi, dimana seharusnya televisi dengan kebebasan berekspresi akan menjunjung tinggi etika moral, namun justru menjadi bagian dari kepentingan politik pada akhirnya. Dan akhirnya real politics menjadi satu kesamaan dalam proses penyampaian informasi pada publik. Etika moral sering kali dilupakan dalam menyampaikan informasi terhadap publik. Tanpa bermaksud memihak kepada aktor politik mengenai realitas etika moral yang dilupakan televisi dalam menyampaikan informasi kepada publik, televisi memang bukan sumber netral dan terpercaya sepenuhnya sebagai penyambung informasi bagi publik. implementasi konkret berdasarkan premis ini adalah tendensi partai politik sebagai aktor politik yang berada dalam lingkaran penyampaian informasi untuk mempengaruhi pendapat publik, TvOne atau MetroTv adalah salah satu contoh nyata bagaimana peranan penting aktor politik mulai mempengaruhi proses penyampaian informasi kepada publik yang dilakukan aktor media televisi, sehingga sedikit banyak etika moral terlupakan dalam penyampaian informasi tersebut dan lebih mengutamakan pengarahan pendapat publik untuk mencari kekuatan dan melemahkan kekuatan pihak lain. TvOne, AnTv dan Viva News dengan latar belakang kekuatan keluarga Bakrie yang juga merupakan Ketua Umum Partai Golkar, di sisi lain MetroTv, MNC Group yang bernuansa Partai Nasional Demokrat dengan Surya Paloh sebagai pemilik MetroTv sekaligus Ketua Ormas Nasional demokrat akhirnya membentuk dan menjadikan media khususnya televisi parsial dalam menyampaikan informasi. Etika moral dantujuan penyampaian berita yang seharusnya independen, reliabel dan transparan terhadap publik tidak lagi menjadi beretika moral sebagaimana harusnya media, khususnya televisi yang merupakan aktor media dapat berubah menjadi alat politik bahkan dapat disebut sebagai aktor politik juga. Secara halus  (tidak hilang, tetap ada namun tendensinya cenderung negatif), Etika moral yangseharusnya mengambil bagian dalam penyampaian informasi mulai dilupakan. Bagaimana realitas informasi atau berita yang bersifat realitas kemudian akan mengalami perubahan menjadi sebuah alat kekuatan bagi aktor politik ketika aktor dalam media televisi ikut memainkan peranan penting untuk mengarahkan suatu pandangan publik. Sehingga aktor media televisi lebih sesuai jika disebut sebagai aktor politik dengan agenda kepentingan tertentu di dalamnya.  Berita yang seharusnya adalah berita baik berubah menjadi berita buruk dan berita buruk kemudian berubah menjadi berita baik, dengan begitu publik hanya akan menuai realitas semu mengenai dinamika politik Indonesia karena kebenaran dari informasi yang disampaikan adalah subjektif.

Selain itu, Aktor media televisi juga ikut memainkan peran penting dalam menyampaikan informasi kepada publik. Apakah berita tersebut akan menjadi menarik, dan menjadi perhatian publik juga bergantung dengan fenomena yang terjadi dan juga dipengaruhi oleh para “Pundits”,yaitu orang-orang terpelajar dan kompeten (mungkin juga terdapat yang tidak kompeten) ikut mempengaruhi proses penyampaian berita kepada masyarakat. Orang-orang terpelajar yang dimaksudkan adalah jurnalis, editor berita ataupun programing acara dalam sebuah stasiun televisi. Informasi berita, debat terbuka, interview atau talkshow dalam konteks politik sebagai bagian dari program televisi adalah sarana penyaimpaian bahasa sosial oleh para aktor politik untuk suatu fenomena atau isu kepada publik. “Pundits” kemudian memainkan peranan lain mereka dalam publik.

Kepemilikan stasiun televisi oleh sebuah partisan yang berafiliasi aktor politik pada satu bagian tertentu tendensinya akan menciptakan pendapat publik yang semu dan tidak reliabel. Pengarahan pendapat publik haruslah independen dan transparan sehingga jelas peran media dalam menyampaikan informasi kepada publik dan jelas pula etika moral yang harusnya menjadi acuan dasar media memainkan peran. Oleh karena itu, pembahasan tentang status kepemilikan stasiun televisi dalam revisi Undang-undang penyiaran yang harus segera dibahas, dengan pertimbangan untuk memperkuat demokrasi Indonesia, sehingga etika moral kebebasan berekspresi dalam pendapat, berserikat dan menyampaikan informasi tidak semu tetapi riil.

Publik di sisi lain, sebagai subjek daripada aktor media dan aktor politik harus bersikap selektif dan kritis dalam mencerna mengenai setiap informasi yang didapatkan melalui televisi. Etika moral dalam penyampaian berita dan informasi melalui televisi adalah semu, dtelah dilupakan dan digantikan oleh agenda kepentingan pihak tertentu. Tidak ada kenyataan yang bersifat mutlak benar dan mutlak salah dalam penyampaian informasi melalui televisi. Proporsi media televisi yang keluar dari etika moral menyebabkan pembodohan publik dan mengorbankan kepentingan banyak orang. Publik haruslah menjadi pandai dalam menelaah fenomena tersebut.

Written by polhaupessy

Februari 13, 2013 pada 3:51 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: