senahoynevets

Berpikir Kiri, Bertindak Kanan

Rekomendasi Buku : Freefall, Joseph E. Stiglitz (2010)

leave a comment »

“America, Free Markets, and the Sinking of the World Economy”

 –Joseph E. Stiglitz

freefall

Resesi besar yang dimulai pada tahun 2008 telah membuat banyak orang diseluruh dunia sangat terpukul. Banyak diantara mereka yang kehilangan apa yang dimiliki mereka, seperti rumah dan pekerjaan. Krisis yang bermula di Amerika Serikat kemudian terkonstruksi menjadi krisis yang mengglobal. Dalam sistem ekonomi yang semakin terintegrasi, muncul sebuah kepercayaan arus utama yang meyakini bahwa globalisasi dan pasar bebas akan berdampak pada kesejahteraan dan efisiensi. Namun dengan terjadinya resesi pada tahun 2008, arus kepercayaan tersebut terbukti salah karena hanya membawa manusia justru pada masalah-masalah ekonomi baru yang lebih besar.

Perubahan dalam struktur ekonomi dunia yang semakin liberal telah mempengaruhi perilaku para aktor-aktor ekonomi. Joseph Stiglitz merujuk pada beberapa aktor-aktor ekonomi yang telah dipengaruhi oleh struktur ekonomi yang sangat liberal dan kemudian aktor-aktor tersebut mempengaruhi struktur ekonomi yang liberal menjadi lebih liberal, atau disebut dengan neo-liberalisme. Intervensi pemerintah adalah sebuah hal yang tabu bagi Amerika Serikat dalam sebuah pasar ekonomi. Oleh karena itu, deregulasi dan pengaturan kembali sektor finansial menjadi sangat bebas di AS, karena tidak terdapat aturan yang mengatur keadaan pasar. Hal ini sangat bertentangan dengan pandangan John Maynard Keynes yang telah merumuskan tata kelola ekonomi dunia. Seharusnya pemerintah memainkan peran dalam pasar, sehingga intervensi pemerintah tidak hanya hadir ketika pasar mengalami kegagalan.

Krisis 2008 diyakini oleh Stiglitz terjadi karena peran pemerintah dalam mengatur ekonomi semakin tereduksi oleh peran pasar yang semakin dominan. Sehingga ketika terjadi kegagalan pasar –yaitu resesi ekonomi –maka negara pula yang harus bertanggung jawab. Sedangkan menurut Stiglitz resesi yang terjadi pada tahun 2008 bukan terjadi karena pasar tersebut mengalami kegagalan, namun karena perilaku aktor dalam pasar yang tidak terbatasi oleh aturan-aturan yang bisa mencegah terjadinya krisis.

Krisis yang terjadi tahun 2008 memberikan sebuah pandangan baru dalam melihat masalah-masalah ekonomi yang muncul dan menunjukan pandangan mana yang lebih tepat dalam menjaga sistem ekonomi dunia untuk membawa manusia kepada kesejahteraan. Semakin cepatnya arus globalisasi telah memaksa terjadinya perubahan dalam struktur ekonomi. Akibatnya, kebijakan ekonomi tidak hanya semata-mata berdampak pada perekonomian, namun juga berdampak pada politik dan sosial.

Dalam buku Free Fall, Stiglitz telah menentukan faktor yang telah menyebabkan krisis tahun 2008 adalah bahwa intervensi pemerintah dalam pasar sebenarnya sangat diperlukan dibandingkan hanya membiarkan pasar berjalan sendirinya. Oleh karena itu, Stiglitz menekankan dalam buku ini mengenai bagaimana seharusnya krisis itu dikelola. Karena fakta telah menunjukan, semenjak telah terjadinya perubahan cepat dalam rezim ekonomi internasional pada tahun 1980an atau dikenal sebagai rezim ekonomi neo-liberalisme internasional, perekonomian dunia menjadi sangat rentan terpengaruh oleh bahaya krisis ekonomi. Rezim ekonomi neo-liberalisme internasional meyakini bahwa krisis adalah hal yang biasa terjadi ketika perekonomian negara sedang naik, bahkan cenderung menyebut bahwa krisis terjadi karena pasar ekonomi terdistorsi oleh kehadiran pemerintahn. Rezim ekonomi neo-liberalisme internasional meyakini bahwa pasar dapat menyelesaikan dengan sendirinya setiap krisis, karena akan hadir dalam hal itu “tangan yang tidak terlihat”. Namun pada saat krisis 2008 terjadi, asumsi rezim ekonomi neo-liberalisme internasional dalam mengelola krisis sepenuhnya terbukti salah. Bahkan yang terjadi justru hal sebaliknya, intervensi pemerintah yang justru menyelamatkan krisis saat itu.

Dalam mengelola dan menangani sebuah krisis, membiarkan pasar untuk menyembuhkan dirinya sendiri adalah sebuah kesalahan besar. Stiglitz melihat cara untuk menangani krisis sama halnya dengan cara seorang dokter dalam menangani sebuah penyakit. Diagnosa mengenai sebuah penyakit itu sangat diperlukan sebelum menyimpulkan tindakan selanjutnya dalam proses penyembuhan sebuah penyakit. Oleh karena itu, dapat digunakan cara yang tepat dalam menyembuhkan pasian yang sakit. Begitu juga haln yang terjadi sebaliknya dengan krisis. Untuk menangani sebuah krisis, maka diagnosa penyebab krisis harus dilakukan dahulu sebelum memberikan kesimpulan. Dengan demikian, Stiglitz menentang cara pandang rezim ekonomi neo-liberalisme internasional yang meyakini bahwa penanganan krisis dapat dilakukan hanya dengan satu cara, tanpa perduli apa penyebab dan dampak dari penanganan terhadap krisis tersebut.

Fakta sejarah membuktikan bahwa semenjak terjadi liberalisasi besar-besaran tahun 1980an, sistem ekonomi internasional telah semakin terbawa dalam kerentanan terhadap krisis. Terhitung telah terjadi 124 krisis baik bagi negara maju maupun negara berkembang. Hal ini jelas membuktikan bahwa perubahan rezim ekonomi internasional menjadi neo-liberalisme telah membuat intensitas krisis semakin menguat. Krisis Meksiko tahun 1995, Krisis Asia tahun 1997, Krisis Rusia dan Brazil tahun 1998 dan termasuk krisis Amerika Serikat tahun 2008 adalah fakta sejarah yang menjadi bukti bahwa cara pandang teoritis neo-liberalisme telah benar-benar gagal secara praktikal.

Dengan demikian, Stiglitz menyimpulkan bahwa krisis yang telah secara bertahap terus menerus terjadi dan telah membentuk siklus setiap periode semenjak rezim ekonomi internasional berubah menjadi neo-liberalisme. Krisis yang telah terjadi di Amerika Serikat tahun 2008 adalah bukti bahwa pasar telah terdistorsi bukan karena intervensi yang dilakukan oleh pemerintah, namun semata-mata hal itu terjadi karena tidak adanya regulasi dan etika ekonomi dari setiap aktor pasar. Juga sekaligus membenarkan bahwa penanganan krisis yang juga mengandalkan “tangan yang tidak terlihat” juga gagal mencegah krisis-krisis lain dan bahkan bertendensi untuk menjadikan krisis bagaikan bola salju yang terus menggunung dan bergulir.

Buku ini menjadi sangat menarik bagi Mahasiswa yang secara khusus mendalami kajian ekonomi politik internasional sebagai bahan pemikiran yang lebih mendalam dan juga referensi kajian ilmu. Sangat disayangkan, bahwa buku ini tidak bisa didapatkan dengan mudah di toko buku dengan bebas. Oleh karena itu, buku ini bisa dipinjam dari perpustakaan ataupun mencari versi E-book-nya.

Written by polhaupessy

Februari 22, 2013 pada 6:43 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: