senahoynevets

Berpikir Kiri, Bertindak Kanan

Berkontribusi Dengan Menjadi Wirausahawan

leave a comment »

#Tulisan Ini Telah di Publikasikan pada Koran Sindo tgl 17 November 2013.

 

 

Penulis berkesempatan untuk mengikuti Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) 2013 di Bali. Ikut terlibat dalam kegiatan seperti ini telah membuka mata untuk melihat bagaimana seharusnya generasi muda Indonesia membaca perubahan cepat
APEC 2013, Bali, Indonesiaperekonomian dunia yang semakin kompetitif dan penuh dengan tantangan baru.

Melalui APEC, terdapat 2 prospek perekonomian di beberapa tahun mendatang yang dapat menjadi kompas bagi Indonesia dalam mengarungi samudera perekonomian kawasan maupun global. Pertama, beberapa tahun mendatang perdagangan dan investasi di kawasan Asia-Pasifik akan semakin terbuka karena liberalisasi dalam perdagangan dan investasi telah menjadi komitmen bersama kekuatan ekonomi yang tergabung di APEC. Kedua, terkait dengan hal yang pertama itu pula berarti bahwa pemerintah juga akan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan dari berbagai kalangan, salah satunya adalah dengan sektor swasta –dimana skema kerja sama pemerintah dengan swasta (Public – Private Partnership) juga telah dilakukan oleh pemerintah beberapa kali.

Dengan 2 alasan prospek perekonomian masa depan seperti ini, lalu apa keterkaitanya dengan generasi muda?

Secara sederhana, generasi muda saat ini merupakan aset paling berharga yang dimiliki oleh Indonesia. Struktur demografi yang diisi oleh 60% generasi usia muda yang produktif dapat memberikan ‘berkah’ bagi Indonesia apabila mereka dapat berkontribusi terhadap perekonomian. Dengan integrasi perekonomian domestik dengan perekonomian kawasan, maka pada dasarnya sedang terjadi penyesuaian antara perekonomian domestik dengan perekonomian kawasan bahkan global. Dengan demikian, sebenarnya generasi muda harus berinisiatif untuk menangkap momentum perubahan dan penyesuaian perekonomian yang seperti ini.

Salah satu upaya riil yang dapat dilakukan generasi muda untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional dalam situasi perekonomian kawasan adalah dengan menjadi wirausahawan. Berkaca pada data BPS pada bulan Februari tahun 2013 dimana terdapat 7,2 Juta penganggurran dengan presentase 5,92% dari total yang bekerja dengan 400.000 diantaranya merupakan sarjana, maka salah satu kontribusi nyata yang dilakukan oleh generasi muda untuk berkontribusi pada perekonomian nasional adalah menjadi wiraushawan, dimana semangat inovasi dan kreatifitas menjadi motor utama. Dengan menjadi wirausahawan, data BPS diatas dapat direduksi karena generasi muda justru akan menyediakan lapangan pekerjaan dan memberikan dampak pada ketahanan dalam perekonomian nasional terhadap tantangan integrasi kawasan maupun global. Meskipun demikian, faktanya bahwa semangat kewiraushaan antara generasi muda di Indonesia masih sangat minim, terhitung hanya mencapai 400.000 wirausaha atau 0,24% dari total populasi muda.

Oleh karena itu, perubahan paradigma bagi generasi muda di Indonesia saat ini adalah hal terpenting untuk dilakukan bila ingin berkontribusi lebih bagi negeri. Menjadi wirausaha bukanlah sebuah hal yang perlu ditakutkan. Singapura, Amerika Serikat dan RRC telah membuktikan bahwa wirausaha telah menjadikan negara mereka lebih kuat dalam perekonkomian. Bagaimana dengan Indonesia?

 

Written by polhaupessy

November 23, 2013 pada 9:49 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: