senahoynevets

Berpikir Kiri, Bertindak Kanan

Indonesia Bisa Memberi Makan Afrika

with 2 comments

Courtesy: Wild Madagascar

 

Sebagai benua terbesar kedua di dunia yang membentang pada daratan seluas lebih dari 30 juta Km, Afrika memiliki daya tarik strategis dalam ekonomi dan politik global. Lebih dari 15% dari total populasi dunia mendiami benua Afrika yang terbagi pada 54 Negara, hal ini setara dengan total lebih dari 1 milyar penduduk. Arti strategis benua Afrika juga tergambar melalui Gunung Kilimanjaro, Sungai Nil ataupun Gurun Sahara yang telah menjadi simbol Afrika itu sendiri.

Saat ini Afrika muncul sebagai kawasan dengan kekuatan ekonomi yang semakin diakui signifikansinya di dunia. Beragam kisah sukses Afrika dapat dilihat melalui pertumbuhan ekonomi kawasan yang muncul 4% – 5% setiap tahunnya, penurunan angka kemiskinan fantastis yang mencapai lebih dari 50% sejak tahun 1981. Beberapa tahun ke depan, Afrika akan menjadi cerita sukses setelah Amerika-Eropa dan Asia. Bahkan dikatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Afrika pada tahun 2015 akan melebih seluruh kawasan di dunia, kecuali RRC.

Meskipun secara umum perkembangan di Afrika dikatakan sukses, namun masih terdapat banyak negara-negara di Afrika yang masih berjuang melawan masalahnya masing-masing, seperti Perang Sipil, AIDS, Perubahan Iklim. Termasuk yang paling penting adalah permasalahan mengenai Kelaparan.

Afrika harus berjuang memberi makan 1 milyar mulut dan mencapai 2.4 mliyar pada tahun 2050. 70% dari total penduduk Afrika memang bekerja pada area pertanian, namun tidak berdampak signifikan terhadap ketersediaan pangan di Afrika. Perubahan iklim yang ekstrem membuat banyak petani di Kamerun, Niger, dan Madagaskar gagal memanen hasil pangan mereka. Nigeria bahkan harus mengimpor total kebutuhan beras untuk memenuhi kebutuhan domestiknya karena buruknya infrastruktur yang dimiliki tidak memungkinkan untuk melakukan produksi. Belum lagi Angola, Benin, Rep. Kongo dan Ghana yang harus mengalokasikan 12% APBN untuk pendanaan impor makanan. Biaya kesempatan yang terbuang untuk melakukan pendanaan yang lainnya. 30 Negara dari total 54 Negara di Afrika adalah Negara yang masih menghadapi persoalan kelaparan, tergolong sebagai Negara belum berkembang.

Masalah pangan dapat menjadi lebih kompleks ketika hampir lebih dari 50% dari total populasi Afrika merupakan generasi muda yang produktif tidak memiliki pekerjaan dan memiliki keinginan untuk tidak bekerja di area pertanian. Secara global, tanggung jawab masyarakat dunia akan besar terhadap kelangsungan hidup Afrika melalui pangan yang mereka butuhkan.

Ini adalah prospek sekaligus Afrika. Fenomena yang  memiliki kecenderungan dampak negatif terhadap kebangkitan Afrika di masa yang akan datang.

 

Indonesia bisa saja memberi makan Afrika, jika berani..

Tentu banyak hal yang bisa dimanfaatkan oleh Indonesia melalui hubungan dengan Afrika. Kedekatan sejarah Indonesia dengan negara-negara Afrika membuat Indonesia sudah dimulai sejak Konferensi Asia-Afrika, ketika Eropa bahkan masih bertarung melawan penduduk asli Afrika untuk menjajahnya. Namun diatas kertas statistik, Indonesia belum menjadikan Afrika sebagai sebuah mitra strategis dalam hubungan ekonomi-politik.

Hal ini bisa dilihat dari total 30 Negara prioritas utama perdagangan Indonesia, hanya terdapat Afrika Selatan dan Mesir sebagai mitra perdagangan Indonesia. Berdasarkan pengamatan Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kementerian Perdagangan tahun 2013, Afsel dan Mesir hanya berada di peringkat 20 dan 28 tujuan ekspor non-migas utama Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 0.86% total perdagangan non-migas Indonesia (Kementerian Perdagangan).  Angka ini bisa ditingkatkan dan diperluas pada banyak Negara lain di kawasan Afrika. Sektor non-migas dalam hal ini juga termasuk ekspor bahan pertanian.

Begitu juga sebaliknya dengan presentase impor Indonesia dari Negara-Negara kawasan Afrika yang hanya mengambil 0.51% dari total keseluruhan impor. Meskipun terlihat bahwa Indonesia mengalami keuntungan perdagangan dengan Negara-Negara kawasan Afrika tersebut, namun terlihat banyak sektor-sektor pertanian yang belum dimanfaatkan. Memang harus disadari bahwa memang perdagangan sektor pertanian memang sangat beresiko jika dilakukan di Afrika karena pertimbangan keamanan, geografis yang cukup jauh, maupun akses pasar yang terbatas. Namun, meningkatkan sektor pertanian Afrika melalui investasi di negara-negara Afrika sangatlah memungkinkan, seperti halnya dalam penyediaan pupuk.

Tidak hanya perhitungan kuantitatif ekspor-impor maupun tingkat investasi yang dapat dimanfaatkan, namun Indonesia dapat memanfaatkan keuntungan model kerjasama pembangunan kemitraan  Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular.  Dengan model seperti ini, Indonesia dapat memanfaatkan pembagian model kerja sama melalui penyediaan modal dan kemampuan teknis pelaksanaan seperti penyediaan sumber daya manusia.

Dari segi politik, keuntungan kedekatan sejarah dan sikap polugri Indonesia membuat negara-negara Afrika lebih mudah menerima dibandingkan Negara lain, ini adalah keuntungan strategis Indonesia secara politik yang belum tentu dimiliki Negara lain. (Baca: Afrika Siap Sambut Indonesia)

Secara sederhana, memberi makan Afrika juga sebaliknya memberi makan Indonesia. Meskipun Indonesia dan Afrika memiliki kesamaan persoalan dalam konteks pangan, namun peluang besar untuk meningkatkan peran Indonesia dalam ketersediaan pangan di Afrika sangatlah besar. Tentu saja, apabil bantuan skema kerjasama maupun investasi ini dilakukan, maka peningkatan kualitas hidup dan banyak perut yang lapar dapat terisi.

 

Indonesia bisa saja memberi makan Afrika, Jika berani melakukannya dan mau..

 

 

Written by polhaupessy

Mei 14, 2014 pada 9:25 am

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. All the best tep! I’ve found the reason why do you want to study in US. DO this link represent your notion? http://indonesiamengglobal.com/2014/03/campus-overview-the-johns-hopkins-university-school-of-advanced-international-studies-sais/

    Muhariefin

    Mei 14, 2014 at 6:23 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: