senahoynevets

Berpikir Kiri, Bertindak Kanan

Surat Terbuka: Masa Depan Cerah Menanti Kita

leave a comment »

Surat Terbuka: Masa Depan Cerah Menanti Kita

Jakarta, 9 Juli 2014
Kepada YTH.,
Ir. Joko Widodo
Dr. M. Jusuf Kalla
Seluruh Rakyat Indonesia dari Sabang hingga Merauke, Miangas hingga Rote.

Puji Tuhan. Alhamdulilah. Syukur. Semoga perasaan inilah yang juga dirasai oleh seluruh pembaca yang budiman.

Sudah seyogyanya memang kita bersyukur terkait dengan pelaksanaan Pemilu Presiden tahun 2014 yang sudah dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia. Benar bahwa Rakyat seharusnya merasa berbahagia, bahwa kedewasaan politik yang ada di iklim politik demokratis di Indonesia sudah masuk pada tahap substansial, bukan lagi transisi yang bersifat prosedural. Tentu, tahapan kedewasaan dalam kehidupan adalah sebuah fase yang menentukan seperti apa jadinya seseorang di masa depannya. Begitupula halnya dengan kedewasaan berpolitik rakyat Indonesia yang akan mengantarkan Bangsa ini pada fase perjalanan penting Negara ini.

Kita patut bersikap menahan diri dalam kebahagiaan, bahwa perdamaian selama proses pemilihan umum menjadi pilihan semua rakyat Indonesia. Etika politik dari rakyat yang mengedepankan prinsip-prinsip legowo, cinta damai dan bijak menerima hasil memang diperlukan oleh Indonesia yang semakin dewasa. Bukan ancaman mobilisasi massa oleh seorang pemimpin lain untuk menuntut ketidakadilan ramifikasi pemilu. Oleh karena itu, pilihan logis Rakyat Indonesia adalah mengawal dan mengkritisi hasil pemilihan hingga penetapan resmi hasil pemilihan yang jatuh pada tanggal 22 Juli 2014 nanti. Sebab ini adalah kemenangan Rakyat Indonesia, bukan semata perjuangan kemenangan elit politik.

Sungguh rakyat Indonesia memang sudah menjadi mahkluk politik yang dewasa !
Rakyat sudah menjadi mahkluk politik dengan kedewasaan dalam bernalar, yang mampu bertafakur jernih menilai bahwa Indonesia memang seharusnya dinahkodai oleh pemimpin yang dapat mengatasi permasalahan yang ada, bukan berasal dari sumber masalah itu sendiri. Oleh sebab itu, rakyat harus menularkan ini pada pemimpin politik yang berada dalam keadaan sebaliknya untuk menerima hasil dari pemilu.

Rakyat mampu memilih pemimpin yang memiliki idealisme koalisi yang proporsional, bukan berdasarkan mobilisasi dukungan kader partai maupun komprehensifnya golongan semata, melainkan pemimpin yang mampu mengangkat derajat manusia Indonesia untuk berbuat sesuatu, sekalipun tidak ada sepeser rupiah pun yang dikucurkan, bahkan tanpa mobilisasi. Mereka adalah para relawan.

Rakyat yang bernalar dewasa inipun juga memilih pemimpin sederhana yang menggelorakan semangat kohesivitas nasional. Pemimpin yang menyatakan bahwa hanya tunduk kepada konstitusi Negara, sehingga memiliki tolak ukur kepentingan yang jelas dalam melaksanakan tugas memimpin Negara. Pemimpin yang seperti ini mengajak seluruh rakyat dari segala daerah di Indonesia. Bukan sekedar pemimpin retorik yang mengaku memiliki kohesivitas nasional, namun tidak menjalin silahturahmi di wilayah Indonesia bagian Timur seperti Papua ketika berkampanye, hanya karena alasan waktu. Berbeda dengan pemimpin terpilih yang justru pertama kali mendatangi saudara kita yang jauh di Tanah Papua dan Tanah Rencong, Aceh.

Sungguh Rakyat Indonesia melawan benih-benih romantisme sejarah !
Bukan berarti bahwa rakyat Indonesia tidak menghargai sejarahnya. Ini diartikan bahwa Rakyat Indonesia berhasil melawan sejarah kelam kekerasan terhadap sipil, kekerasan berkedok slogan-slogan, kekerasan berjubah nasionalisme. Nasionalisme Indonesia di zaman yang bergerak, relevansinya perlu menyesuaikan zaman. Bukan nasionalisme dengan bersuara lantang, kekuatan, namun nasionalisme dengan bermental manusia yang membuat si manusia untuk memanusiakan dirinya dari jerat penindasan pemikiran. Inilah benih-benih romantisme sejarah yang dilawan oleh Rakyat Indonesia sekarang ini. Rakyat memilih untuk menanam benih-benih sejarah baru. Revolusi mental.

Rakyat Indonesia berhasil melawan benih-benih sejarah yang sudah dituai selama 32 tahun untuk tidak terjadi lagi. Berdoalah, sebab Wiji Thukul yang terhilang itu sudah dijanjikan untuk dicari oleh pemimpin baru kita. Berharap cemaslah, sebab Indosat yang selama ini ditangisi kepergiannya akan dikembalikan oleh pemimpin terpilih kita. Syukurilah, sebab bukan pemimpin yang menghendaki organisasi massa fundamentalis penopang bahunya yang terpilih hari ini. Menarilah, sebab telinga pemimpin terpilih kita sedang diletakan sedekat mungkin pada kita. Perhatikanlah, apabila memang benar bahwa koalisi ramping penuh idealisme dinamis adalah pilihan pemimpin terpilih kita. Rakyat benar-benar melawan benih-benih romantisme sejarah. Rakyat sedang menulis sejarah baru Indonesia yang berdasar pada cita-cita Negara kita.

Puji Tuhan. Alhamdulilah. Syukur.
Bersorak-sorailah, Masa Depan Cerah Menanti Kita !

Tertanda,
Polhaupesy

Rakyat Sederhanamu

Written by polhaupessy

Juli 9, 2014 pada 6:02 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: